Istri Polisi Kesepian Ngaku Diperkosa

DEPOK (Pos Kota) – Nyonya Ek tidak siap mental menjadi istri seorang polisi. Ibu beranak dua anak ini kerap ditinggal suami hingga larut malam. Suami wanita ini Kanit Reskrim Polsek Pamulang, Tengerang Selatan. Mengaku kesepian, ia nekat merekayasa bahwa rumahnya didatangi perampok.

Tidak hanya dirampok. Kepada petugas yang datang ke rumahnya, Ny. Ek juga mengaku diperkosa pelaku. Pengakuan wanita berusia 44 tahun itu dipelajari petugas. Dari hasil penyelidikan terungkap bahwa laporan Ny. Ek hanya rekayasa. Latar belakangnya, ia kesepian dan kesal karena sering ditinggal pergi suami untuk dinas. Nyonya Ek minta perhatian dari sang suami.

Pengakuan bahwa Ny. Ek kesepian cukup beralasan, mengingat kedua anaknya tinggal di tempat lain. Putri pertama di asrama Karawang, kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta ternama di kawasan Jababeka. Sedangkan putra kedua yang duduk di SMA kelas XII tinggal bersama neneknya di Depok.

Asri, tetangga Ek, menyatakan sebelum kasus tersebut heboh, wanita itu sering mengungkapkan keluh kesahnya karena sering ditinggal suaminya. “Ibu Ek juga mengeluh karena anak-anaknya juga tidak tinggal di rumah,” kata Asri, Selasa (13/12).

Karena itu, sebagai tetangga ia sering menasehati Ek agar tabah dan sabar dalam menghadapi kehidupan ini. Apalagi, suaminya merupakan perwira di bagian reserse yang dituntut untuk kerja keras dalam mengaman

“Saat sang suami dinas, memang Ibu Ek juga berangkat kerja dengan mengajar di SMA. Saya pikir, dengan kegiatan tersebut, beban pikirannya menjadi ringan,” tandasnya.

Faktor kesepian ditinggal kerja suami yang dialami Ek, juga diungkapkan rekan satu angkatan AKP TS, yang masih berpangkat Aiptu. Menurut pria yang enggan disebut namanya itu, TS sejak masih berpangkat bintara sudah dikenal rajin dan ulet saat bertugas.

“Tidak mengherankan jika karirnya termasuk cepat. Ia sudah cukup lama berkecimpung di bidang reserse hingga terlihat sibuk dan terkadang harus menginap di kantor. Paling-paling pulang ke rumah sebentar dan balik lagi ke kantor,” ujar Aipda tersebut.
Di mata Ketua RT setempat, Mardani, sosok TS juga dikenal sebagai polisi yang ulet dan pekerja keras. “Meski sibuk, ia masih bergaul akrab dengan warga di sini. Ia sudah tinggal di daerah sini sejak tujuh tahun lalu,” ungkapnya.

Sebagai perwira yang bertugas di bidang reserse, menurut Mardani, TS juga terkadang pulang hingga larut malam. “Mungkin karena jabatannya sebagai Kanit Reskrim yang harus dituntut untuk mengamankan warga di tempatnya berdinas,” tandasnya.

KEJANGGALAN KORBAN

Kasus perampokan dan perkosaan yang semula dilaporkan Ek ini berangsur mulai terkuak. Kalau semula Ek mengaku diperkosa dan dirampok, setelah diperiksa petugas akhirnya ia mengaku hanya dilecehkan.

Namun petugas gabungan Polres Depok dan Polda Metro Jaya yang menangani kasus tersebut menemukan banyak kejanggalan atas laporan Ek ini. Ada banyak perbedaan yang ditemukan penyidik di rumah Ek di Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Kapolres Depok, Kombes Mulyadi Kaharni, didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Baharudin Djafar dan Dirkrimum Kombes Gatot Eddy Pramono, menjelaskan adanya sejumlah kejanggalan tersebut yakni tidak adanya jejak kaki pelaku di lantai. “Padahal pada malam sekitar pukul 18.00 hingga 21.00 hujan besar. Kenyataannya di TKP, tidak ada satu pun jejak kaki,” kata Mulyadi.

Selain itu, Ek mengaku pelaku mencongkel jendela dari luar. Namun kenyataannya polisi menemukan bekas congkelan obeng dari dalam, bukan dari luar. Selain itu, petugas tidak menemukan sidik jari pelaku. Dari obeng yang disita, ditemukan sidik jari Nyonya Ek.

“Ia juga menyebut diikat dengan tali, tapi di TKP polisi tidak menemukan tali apapun. Ek juga mengaku dilakban keliling mata dan mulut. Seharusnya di lakban itu ada bekas bulu mata korban, namun yang ditemukan rambut halus, ” kata Kombes Mulyadi.

“Korban mengaku mengalami pelecehan seksual dan pelaku sempat onani. Namun dari hasil barang sitaan seperti sprei dan handuk setelah dicek di laboratorium tidak ditemukan adanya bercak sperma,” tandas Mulyadi.

Menurut Mulyadi Kaharni, pelaku diakui EK, keluar dari rumah sekitar pukul 03.00 – 04.00. Posisi rumah korban di bagian belakang langsung berhadapan dengan teras rumah orang lain. Pada saat kejadian, kondisi rumah tetangga korban sedang ramai. karena hendak berangkat ke Sukabumi.

Namun tetangga tak pernah melihat ada orang lain memanjat masuk dan keluar dari jendela belakang rumah korban. Dia juga mengaku diikat tangannya, dilakban mulut dan matanya. Namun sebelum pergi, pelaku sempat membuka ikatan tali tersebut.

“Dalam kondisi mata dan mulut dilakban, Ek bisa menghubungi suaminya melalui pesan singkat dengan HP miliknya yang lain. Jika tali yang mengikat Ek sudah dilepas pelaku, seharusnya sebelum suaminya datang, tangan Ek sudah bisa membuka lakban yang ada di mata dan mulutnya. Kejanggalan inilah yang kami pelajari ,” tegas kapolres.

“Meski banyak kejanggalan, polisi tak bisa serta merta menganggap laporan ini palsu. Kami belum menyimpulkan ini laporan palsu. Ini masih diselidiki,” katanya.

AKAN DIPERIKSA PSIKOLOG

Mulyadi menambahkan, diduga Ek yang berprofesi sebagai pengajar di Depok, jiwanya labil. Karena itu, empat psikolog didatangkan untuk memeriksa kondisi kejiwaannya. “Makanya sekarang diperiksa psikolog dari Polda Metro. Psikolog itu dua orang perempuan dan dua laki-laki,” ujarnya.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Gatot Eddy Pramono juga mengatakan masih mencari motif banyaknya keterangan korban yang janggal. “Kita masih mencari motif kenapa ada banyak memberikan keterangan yang janggal,” kata Gatot.

Sedangkan Kombes Baharuddin Djafar menyatakan untuk memperdalam penyidikan terus dilakukan oleh tim khusus yang telah dibentuk. “Mungkin bisa saja Ek ditetapkan menjadi tersangka, jika ketahuan telah memberikan laporan palsu. Untuk itu tim yang telah dibentuk butuh ketelitian dan waktu,” katanya.

Sebelumnya, Ek yang merupakan istri AKP TS, melaporkan kasus perampokan dan pemerkosaan terhadap dirinya (Pos Kota, 11/12). Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (11/12), pukul 03.00, di rumahnya kawasan Depok. Saat kejadian Ek hanya sendirian di rumah. Sedang sang suami, sedang dinas luar. (angga/tiyo/st/r)

Sumber : www.poskota.co.id

Baca Artikel Terkait

Comments

0 Responses to "Istri Polisi Kesepian Ngaku Diperkosa"

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan. NO SPAM, No Links, No SARA, No P*RNO! Komentar berisi LINK & tidak sesuai ketentuan akan langsung dihapus.

Pengikut

Let's Talk

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Daftar Isi

This Blog Has Acces For Time

Protected by Copyscape Unique Content Checker
 
duit