Pembatasan Subsidi BBM

Beli Pertamax Saja, Bensin Premium Subsidi Habis

Pengguna mobil pribadi harus bersiap-siap menghadapi pembatasan pemakaian bahan bakar minyak bersubsidi pada 1 April 2012. Untuk tahap pertama, pemerintah akan memberlakukan pembatasan BBM bersubsidi bagi 1,29 juta kendaraan pelat hitam di Jawa dan Bali.

Kenaikan BBM akibat pengurangan subsidi sebenarnya bukan karena keterbatasan sumber daya alam. Indonesia adalah negara yang berkecukupan dalam hal sumber daya minyak. Menurut data BP Statistical Reviews of World Energy, Indonesia menduduki peringkat ke-27 di antara negara-negara penghasil cadangan minyak dunia dengan jumlah cadangannya sebesar 4,4 miliar barel dan produksinya 1021 ribu barel/hari, juga termasuk negara aggota OPEC. Namun yang ironis, perusahaan minyak negara (dalam hal ini Pertamina) hanya memanfaatkannya sebesar sekitar 18% nya saja, sisanya adalah perusahaan-perusahaan asing seperti Chevron (44%), Total E&P (6%), Conoco Philip(6%), dan lain-lain.

Pemerintah menyarankan pemilik kendaraan berpenghasilan terbatas agar mengalihkan konsumsi bahan bakar minyak kedua jenis bahan bakar baru, yakni gas alam yang terkompresi (compressed natural gas/CNG) dan Vi-Gas (liquified gas vehicle). Hal itu perlu karena pemerintah tetap dengan rencana pembatasan konsumsi BBM bersubsidi pada 1 April 2012.

Apa kata Masyarakat ?
Yang jelas pasti menolak.

Borok Pemerintah
Ironis memang, tapi itulah fakta, negara ngutang yang sebagian besar untuk mendanai subsidi BBM. Pemerintah sudah pusing, borok tersebut sudah ke seluruh tubuh dan mengakar. Bebagai solusi sudah ditempuh tetapi percuma, termasuk solusi "instant" lainnya.

Penyebab
  • Yang ironisnya lagi, Indonesia penghasil minyak dunia terbesar, tetapi pengelolanya kebanyakan perusahaan asing.
  • Carut marutnya pengelolaan negara terutama kebijakan pertambangan
  • Pemborosan RAPBN, termasuk yang dikorupsi
  • Hutang terus-menerus
  • Kebijakan yang penerapannya setengah-setengah
  • Manajemen yang jelek
  • Pengelolaan BBM sebagai Bahan Bakar amburadul sama amburadulnya dengan pengelolaan sistem transportasi di Indonesia

Solusi
  1. Harga BBM naik secara bertahap terutama premium
  2. BBM Alternatif lain, investasi full di konversi BBM
  3. Perombakan kebijakan BBM dan tidak setengah-setengah
  4. Investasi Full di Pengelolaan Minyak Bumi Oleh Indonesia Sendiri
  5. Bayar Hutang secepatnya

Hal tersebut di atas masih teori dan belum tahu pelaksanaannya di lapangan. Harga Pertamax yang 2x lebih mahal dari bensin menyebabkan kesenjangan harga yang tinggi. Belum lagi BBM yang lain seperti minyak tanah yang di daerah terpencil atau daerah perbatasan sangat sulit diperoleh, malah diperebutkan walaupun harga lebih mahal.

Belum lagi di bidang usaha kecil dan menengah yang dalam proses produksi ataupun usahanya menggunakkan BBM Bensin.

Jasa Angkot

Jasa Transportasi Sembako

Dll

Beda teori beda praktek di lapangan. Jangan asal buat kebijakan. Tolong dievaluasi untuk yang terbaik.


Baca Artikel Terkait

Comments

0 Responses to "Pembatasan Subsidi BBM"

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan. NO SPAM, No Links, No SARA, No P*RNO! Komentar berisi LINK & tidak sesuai ketentuan akan langsung dihapus.

Pengikut

Let's Talk

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Daftar Isi

This Blog Has Acces For Time

Protected by Copyscape Unique Content Checker
 
duit