Bedanya Presiden dan Raja Yang Sama-sama Ngunduh Mantu

Pernikahan Putra Bungsu Presiden

Kemarin anda semua melihat di Televisi dan Koran tentang berita pernikahan putra bungsu pak SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dengan Siti Ruby Aliyah Rajasa atau Aliya.
Pasti pak SBY sudah marem (puas=jawa) melihat putra bungsunya sudah menikah, sudah tidak punya tanggungan lagi :), tinggal menunggu cucu keduanya lahir.

Tapi apa sebenarnya yang menggelitik dari acara pernikahan dan akad nikah presiden tersebut, saya akan membahasnya dengan saya bandingkan dengan pernikahan putri bungsu Sultan Hamengkubuwono X Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Bendara, dengan Achmad Ubaidillah atau Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara.

Pernikahan Putri Bungsu Sri Sultan Hamengkubowono X dihadiri Presiden SBY

Foto di atas adalah pernikahan Putri Bungsu Sri Sultan Hamengkubuwono X di Yogyakarta yang juga dihadiri bapak Presiden SBY bulan Oktober 2011 yang lalu, sebelum pak SBY menyusul ngunduh mantu (mengadakan resepsi pernikahan=jawa) bulan November 2011 ini.

Presiden SBY sudah menikahkan kedua putranya pada masa pemerintahannya sebagai Presiden Indonesia, yang pertama adalah pernikahan Agus Harimurti Yudhoyono dengan Annisa Larasati Pohan pada bulan Juli 2005, resepsi pernikahan diadakan di Istana Bogor. Yang kedua adalah Putra bungsunya Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dengan Siti Ruby Aliyah Rajasa, putri Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, akad nikah diadakan di Istana Cipanas.

Berbeda dengan pernikahan putri bungsu Sultan HB X, Gusti Kanjeng Ratu Bendara, dengan Achmad Ubaidillah atau Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara., kali ini akan berlangsung di Kepatihan sesuai dengan tradisi pernikahan zaman Sultan Hamengku Buwono VII yang memerintah pada periode 1877-1920.

Apa yang menggelitik ?

  • Dari perhelatan acara Raja Dan Presiden yang sama-sama menggelar acara pernikahan putra-putri mereka, saya malah lebih antusias dengan pernikahan Putri Sultan Hamengkubuwono X yang lalu, pasalnya Raja Sultan HB X lebih merakyat dan merayakan kegembiraannya ngunduh mantu bersama dengan rakyatnya, terutama warga Yogyakarta dan sekitarnya, berbeda dengan perayaan pernikahan kedua Putra Presiden SBY yang memang terbuka, tapi hanya disorot oleh kamera dan masyarakat hanya bisa menonton lewat layar lebar atau mungkin membaca lewat koran.
  • Di lain hal, pada pernikahan Putri Sultan Hamengkubuwono X, masyarakat sekitar Kepatihan atau warga Jogja sendiri sangat antusias mengikuti acara pernikahan Putri Sultan Hamengkubuwono X tersebut, dan tidak diharuskan menutup tempat usaha/toko mereka, tidak seperti pada pernikahan Putra Presiden SBY yang terakhir, dimana warga di sekitar istana Cipanas harus menutup toko ataupun tempat usaha mereka untuk kelancaran arus lalu lintas.
  • Raja yang merakyat, semua warga Yogyakarta bahkan tamu dari negara asing berbondong-bondong mengikuti acara yang disuguhkan 4 hari 4 malam pada acara pernikahan Putri Sultan Hamengkubuwono X tersebut, masyarakat pun bisa menikmati makanan jajanan khas Jogja secara gratis karena semua sudah diborong oleh keraton, bandingkan dengan Pernikahan Putra Presiden SBY, masyarakat hanya bisa menonton lewat TV atau membaca lewat koran, dan yang nonton cuma dapat minum air mineral kemasan, kalau kebagian.
  • Pada acara resepsi pernikahan Putri Sultan Hamengkubuwono X, semua orang dari kalangan manapun boleh mengucapkan selamat, termasuk para pegawai PNS biasa di Yogyakarta, semua orang berebut untuk berjabat tangan dengan Sultan dan calon mempelai yang berbahagia. Berbeda dengan acara pernikahan Putra SBY, hanya para undangan yang boleh datang, para politisi, artis dan petinggi pemerintahan :(
Intinya dari perbedaan di atas adalah pencerminan kepemimpinan yang merakyat dan tidak, menurut saya harusnya pada moment yang merupakan kebahagiaan para pemimpin rakyat ini, lebih mendekatkan pada rakyatnya. Hal tersebut lebih menegaskan lagi kalau SBY hanya segan dengan koalisinya daripada dengan rakyatnya sendiri, padahal dia sendiri juga sebelumnya mengikuti acara pernikahan Putri Sultan Hamengkubuwono X, bisa contoh dong dikit-dikit.

Sebelumnya, saya bukan orang Yogyakarta, tapi saya sangat salut dengan Sultan Hamengkubuwono X yang lebih merakyat daripada Pak Presiden SBY.

Bagaimana menurut anda para pembaca ?

Baca Artikel Terkait

Comments

0 Responses to "Bedanya Presiden dan Raja Yang Sama-sama Ngunduh Mantu"

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan. NO SPAM, No Links, No SARA, No P*RNO! Komentar berisi LINK & tidak sesuai ketentuan akan langsung dihapus.

Pengikut

Let's Talk

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Daftar Isi

This Blog Has Acces For Time

Protected by Copyscape Unique Content Checker
 
duit