Tips Informasi Tentang Investasi


Mau banyak duit, ya investasi. Itu ada benarnya juga. Karena dengan berinvestasi berarti kita menanamkan sejumlah uang atau membeli suatu aset dengan maksud memperoleh keuntungan pada masa datang yang telah ditentukan/sedang berjalan. Dalam berinvestasi selalu ada risiko kerugian yang mungkin saja dialami. Suatu investasi yang dapat memberi peluang keuntungan lebih besar, biasanya akan diikuti dengan risiko kerugian yang lebih besar pula. Anda sebaiknya mengenal keuntungan yang dapat diperoleh beserta risiko kerugian yang mungkin diderita.

Jenis Investasi terbagi menjadi 2 yaitu aset riil dan aset finansial. Aset riil adalah aset yang dimiliki dan memiliki wujud yang kita simpan atau miliki. Contohnya aset riil adalah rumah, tanah dan emas. Sedangkan, aset finansial tidak berwujud, biasanya hanya berupa kertas yang merupakan bukti kepemilikan investasi kita.

Apa saja investasi yang dapat kita lakukan, di antaranya :
  • Tabungan. Menyimpan uang di bank untuk dipergunakan kemudian jika diperlukan. Resikonya uang dapat dengan mudah berkurang, karena dapat diambil kapan saja dengan mudah didebet administrasi bulanan dari bank serta bunga yang kecil.
  • Deposito. Menyimpan uang untuk periode tertentu, dengan bunga yang dapat diterima lebih besar dibandingkan tabungan biasa. Resikonya bila belum jatuh tempo uang tidak dapat diambil atau akan mendapat penalti bila diambil sebelum waktunya.
  • Reksadana. Adalah tempat menghimpun dana secara kolektif. Dana yang terkumpul akan dikelola oleh Manajer Investasi yang akan diinvestasikan pada jenis investasi lainnya. Bila mendapat keuntungan atau kerugian akan dibagi secara rata untuk para investor. Ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang baru memulai untuk berinvestasi. Jenis risikonya berbeda, tergantung jenis risiko yang dipilih. Jenisnya adalah reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran.
  • Obligasi. Obligasi adalah surat hutang, merupakan bukti bahwa kita memberikan hutang kepada perusahaan tertentu atau pemerintah. Pihak yang berhutang akan memberi bunga untuk jangka waktu tertentu. Jangka waktu pengembalian hutang lebih dari satu tahun. Obligasi yang paling aman adalah obligasi atau surat utang dari negara. Bunga lebih besar dibandingkan deposito. Resikonya Jangka waktu panjang (> 1 tahun), sehingga tidak dapat dicairkan bila diperlukan atau bila ingin berinvestasi lain. Bila pihak yang berhutang bangkrut, berarti tidak dapat mengembalikan hutangnya.
  • Saham. Memiliki saham berarti Anda memiliki kepemilikan dalam suatu perusahaan. Uang yang kita tanamkan dijadikan sebagai modal untuk perusahaan tersebut. Perusahaan akan memberikan keuntungan yang diterima kepada para pemegang saham yang disebut sebagai deviden. Bila dinilai baik atau banyak orang yang berminat untuk membeli saham suatu perusahaan, harganya akan naik, sehingga bila Anda menjual sahamnya akan memperoleh keuntungan. Sebaliknya, bila perusahaan menderita kerugian, harga sahamnya dapat turun sehingga Anda dapat menderita kerugian. Saham ini dapat dibeli pada perusahaan sekuritas. Untuk tiap transaksi jual atau beli, Anda akan dikenakan biaya. Bila harga saham naik anda untung, tapi bila turun dipastikan anda sedang rugi/bangkrut.
  • Emas. Harga emas cenderung naik setiap tahun, itulah sebabnya banyak orang yang membeli emas kemudian menjualnya saat harganya naik. Bila hendak digunakan untuk investasi, emas yang dibeli hendaknya berupa logam mulia batangan atau koin daripada emas dalam bentuk perhiasan. Emas batangan atau koin tidak mengalami penyusutan atau ongkos pembuatan yang biasa dikenakan apabila kita menjual dalam bentuk perhiasan. Kemudahannya mudahuntuk dicairkan kapan saja karena merupakan aset likuid, tapi resikonya juga besar karena sulit dalam penyimpanan/keamanan karena bila tidak hati-hati dapat dengan mudah dicuri.
  • Properti. Sama seperti emas, harga properti yaitu rumah dan tanah cenderung akan naik. Dengan membeli properti, dan menjualnya di kemudian hari akan mendatangkan keuntungan karena harga jualnya sudah naik. Harga rumah akan cepat naik bila lokasinya strategis atau dekat dengan fasilitas umum, ini dapat menjadi pertimbangan saat akan memilih lokasi. Bila akan membeli rumah di perumahan yang belum atau masih dibangun, pastikan pengembang dapat dipercaya dan adanya perjanjian yang jelas, karena ada beberapa kasus, setelah kita membayar, pembangunan rumah tidak dilanjutkan yang mengakibatkan kerugian. Resikonya memerlukan dana yang besar untuk membeli rumah atau tanah. Dan properti bukan aset yang likuid karena tidak mudah untuk menjualnya secara cepat bila suatu saat membutuhkan uang.
  • Asuransi. Untuk yang satu ini bisa menjadi alternatif terakhir, karena sebenarnya yang benar itu tabungan rencana keuangan masa depan dengan perlindungan polis asuransi. Saya sarankan untuk memilih asuransi pendidikan, asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Dimana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, dimana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut. Hal tersebut sesuai dengan cover polis yang kita daftarkan. Resikonya kita tidak bisa mencairkan dana dari premi yang kita bayarkan dan dengan mengambil asuransi merupakan suatu proteksi terhadap diri anda dan penggantian resiko/klaim harus sesuai dengan kontrak dengan perusahaan asuransi maka akan mendapatkan pergantian yang biasa disebut uang pertanggungan.
Pertimbangkan juga kapan Anda ingin mengambil kembali hasil investasi, apakah hanya untuk periode pendek atau untuk jangka waktu panjang. Bila Anda ada keperluan dalam waktu dekat, pilih investasi dengan risiko rendah dan berifat liquid. Sedangkan, untuk jangka panjang, Anda dapat memilih investasi dengan risiko tinggi yang dapat memberi keuntungan yang lebih besar.

Karena berinvestasi memiliki risiko, maka perlu persiapkan mental saat mengalami kerugian atau kegagalan agar tidak menjadi patah semangat. Setidaknya, berinvestasi lebih baik daripada semua penghasilan Anda digunakan untuk pengeluaran tanpa ada bagian yang disimpan.

Dan bila ada produk-produk investasi di luaran yang memberi iming-iming keuntungan dengan profit tinggi anda harus lebih selektif dan bijaksana untuk melihat sistem dan cara kerja produk investasi tersebut berjalan. Jangan sampai terjebak pada yang namanya money game atau arisan berantai dengan modal uang sedikit bisa mendapat banyak dalam waktu singkat. Perhatikan resikonya dan lihat badan usaha yang mempunyai produk investasi tersebut kompeten tidak dalam bidang tersebut.

Lebih jelasnya anda bisa berkonsultasi dengan konsultan keuangan anda untuk memilih produk investasi yang aman dan resikonya sesuai dengan kemampuan dan keinginan anda.

Baca Artikel Terkait

Comments

0 Responses to "Tips Informasi Tentang Investasi"

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan. NO SPAM, No Links, No SARA, No P*RNO! Komentar berisi LINK & tidak sesuai ketentuan akan langsung dihapus.

Pengikut

Let's Talk

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Daftar Isi

This Blog Has Acces For Time

Protected by Copyscape Unique Content Checker
 
duit